Pihak keluarga Mistur (32), pria yang ditemukan mengambang di kanal mengaku panik dan terus melakukan pencarian. Itu setelah Mistur, tidak kembali ke rumah setelah pamit mencari keong mas sejak Rabu (08/07) pagi. Mistur hilang tanpa kabar hampir 1×24 jam.

Kapolsek Gedung Aji, Ipda Arbiyanto, mengatakan, pada Kamis (09/07), sekitar pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, keluarga korban dibantu masyarakat terus melakukan pencarian. "Tapi korban belum juga berhasil ditemukan," papar Arbiyanto. Pihak keluarga dan masyarakat tak patah arang.

Sekitar pukul 20.00 WIB Kamis malam, pencarian terhadap korban kembali dilanjutkan. Kali ini, mereka menyusuri kanal sudetan hingga akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.10 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Saat ditemukan, korban posisi terapung di kanal sudetan. Masyarakat bersama petugas Polsek langsung melakukan evakuasi terhadap korban. Selanjutnya korban dilakukan visum et repertum (VER) oleh petugas medis di TKP, kemudian dibawa pulang ke rumahnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas medis, terdapat luka lebam di pipi korban. Juga luka lebam dibagian pelipis mata sebelah kiri, yang diduga akibat benturan kayu saat korban terbawa arus air. Mistur (32), warga Kampung Paduan Rajawali, Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulangbawang, ditemukan tewas mengambang di kanal kudetan saluran primer di wilayah setempat, Kamis (09/07/2020) malam sekitar pukul 21.10 wib.

Ini merupakan peristiwa penemuan mayat kedua dalam pekan ini. Dan setidaknya, peristiwa penemuan mayat mengambang kelima, sejak akhir Juni hingga pekan pertama Juli 2020. Kapolsek Gedung Aji Ipda Arbiyanto, mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, mengatakan, Mistur ditemukan tewas mengambang di Kanal Sudetan, arah Sungai Tulangbawang, Kampung Paduan Rajawali.

Sebelum ditemukan tewas mengambang di kanal, pada Rabu (08/07) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, korban berpamitan dengan ibu kandungnya untuk mencari keong mas. Dia berangkat dari kediaman orang tuanya mengendarai sepeda menuju kanal. Sampai Rabu siang sekitar pukul 13.00 wib, ibu korban tidak mendapati sang anak kembali ke rumah.

Seperti biasa, pada jam itu, Mistur biasanya makan bersama di rumah. Lantaran tak kunjung pulang, ibu korban lantas memberitahui Muslimin (24), adik korban, bahwa sang kakak tidak juga kembali ke rumah usai berpamitan mencari keong. "Karena cemas, ibu korban minta Muslimin untuk mencari Mistur sampai jam 2 siang," terang Kapolsek Ipda Arbiyanto, Jumat (10/07/2020).

Dicari sampai Rabu sore pukul 18.00 wib, Mistur belum juga ditemukan. Arbi mengatakan, pada Kamis (09/07), sekirtar pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, keluarga korban dibantu masyarakat terus melakukan pencarian. "Tapi korban belum juga berhasil ditemukan," papar Arbiyanto.

Pihak keluarga dan masyarakat tak patah arang. Sekitar pukul 20.00 WIB Kamis malam, pencarian terhadap korban kembali dilanjutkan. Kali ini, mereka menyusuri kanal sudetan.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.10 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, korban posisi terapung di kanal sudetan.

Masyarakat bersama petugas Polsek langsung melakukan evakuasi terhadap korban.